Biar Goblog Asal Go Blog

Cathetane inyong

Membuat Peta Inset


Suatu hari, seorang teman datang ke kantor membawa peta URKT (Usulan Rencana Kerja Tahunan). Setelah membicarakan hal-hal teknis seputar peta tersebut, sambil menunjuk ke peta kecil di atas kolom tandatangan, dia mengajukan pertanyaan yang cukup membuatku heran : Bagaimana caranya membuat peta inset (situasi) berkoordinat seperti ini ? Bukannya menjawab aku malah balik bertanya : Lho, selama ini kamu buat bagaimana ? Dia menjawab : Insert gambar (.bmp) saja, hasil scan dari buku atlas (milik anaknya). Wah, aku pikir, kreatif juga orang ini. Prosesnya gampang dan tidak bertele-tele.

Tapi ada beberapa hal yang perlu diingat (dan itulah alasan pertanyaan yang dia ajukan tadi) bahwa membuat peta dengan cara seperti itu menyebabkan angka skala (yang tercantum pada gambar tsb) menjadi tidak tepat lagi. Demikian juga, dalam kondisi tertentu, grid koordinatnya. Lalu ?

Baik peta utama maupun peta inset, pada dasarnya adalah sama. Keduanya merupakan View Frame (bingkai pandagan) masing-masing view yang dirujuk/link terhadapnya. Jadi proses pembuatannya adalah sama. Secara garis besar, prosesnya adalah sbb. :

  1. Buat dua View, satu sebagai view utama (misalnya diberi nama View Bandung, skala 1:50.000) dan satunya lagi sebagai view inset (misalnya diberi nama View Situasi Bandung, skala 1:500.000).
  2. Buat dua View Frame pada layout yang sama.
    View Frame pertama adalah frame utama. Dibuat berukuran besar – biasanya mencakup 70% dari printable area – dan dirujuk/link ke view utama (dalam contoh ini adalah View Bandung).
    View Frame kedua adalah frame inset. Dibuat berukuran lebih kecil – biasanya ditempatkan di sisi kanan lembar peta di bawah kolom judul dan legenda – dan dirujuk/link ke view inset (dalam contoh ini adalah View Situasi Bandung).
  3. Buat grid koordinat untuk masing-masing View Frame tersebut.

Membuat peta inset dengan cara ini memang lebih merepotkan dibandingkan dengan cara yang biasanya ditempuh oleh temanku tadi (insert object/gambar). Tapi setidaknya, cara ini lebih bisa dipertanggungjawabkan dalam hal ketepatan skala dan koordinatnya.

CMIIW

About these ads

09/01/2010 - Posted by | Catatan, Tips and Trick | , , , , ,

4 Comments »

  1. Setelah membaca teliti ArcGIS Desktop Help, saya udah ketemu caranya, yaitu :

    1. Buat file .bmp atau .emf dengan menggunakan corelDraw atau semacamnya.
    2. buka ArcGIS 9.2
    pilih menu Tools – Styles – Style Manager
    3. Dari kotak dialog yang muncul, klik ESRI.style di kolom sebelah kiri untuk membuka folder ESRI.style tersebut.
    4. Pilih Marker Symbols
    5. klik ruang kosong di kolom sebelah kanan, dan klik kanan
    6. pilih menu New – Marker Symbol. Setelah itu dialog Symbol Property Editor akan muncul
    7. Pada dropdown Type – pilih Picture Marker Symbol
    8. Klik tombol Picture… untuk memilih file .bmp atau .emf yang kita buat pada langkah no 1.
    9. Klik OK untuk kembali ke window Style Manager
    10. Atur nama symbol sesuai keinginan kita, kemudian isilah kolom disamping kanannya dengan : Default
    11. Klik Close
    12. Selesai sudah…

    Comment by Sidi Mamberamo | 21/11/2010 | Reply

    • Salam kenal juga, Bang Sidi. Terimakasih sudah sharing ilmu :)

      Comment by kalongsgs | 22/11/2010 | Reply

  2. Salam kenal mas…ini saya mau nanya :
    Kalau pakai ArcGIS 9.2, bagaimana cara membuat marker symbol sendiri? contohnya seperti di peta RKT, ada symbol Logpond berupa LOG ditumpuk-tumpuk, dan sebagainya.
    Biasanya saya pakai draw rectangle, draw circle dll (bukan shapefile).

    Matur nuwun mas.

    Salam.

    Comment by Sidi Mamberamo | 21/11/2010 | Reply

  3. gmna cie cara membuat peta kecil n besar? tlng ksih tw cie. cz, ni pnting bgt..

    kalongsgs says >>>>>
    Ada beberapa pendapat mengenai ukuran peta. Ada yang melihat dari ukuran kertas, ada pula yang melihat dari skala peta. Saya sendiri kurang yakin ukuran mana yang Anda maksud. Tapi saya akan coba menjawab.
    Jika Anda pengguna ArcView, buatlah View dengan skala kecil, misalnya 1:2.500.000. Tambahkan beberapa theme yang Anda perlukan. Atur tampilan (symbologi), teks (labeling) dll. Jika dirasa sudah cukup, baru buat Layout.
    Di layar Layout, atur ukuran kertas, misalnya A3. Buat bingkai kotak untuk batas peta, lalu buat View Frame yang dihubungkan (link) ke nama View yang Anda buat tadi. Atur skalanya sesuai dengan skala pada View, lalu klik OK.
    Sebagai gambaran, dengan skala dan ukuran kertas tersebut, hampir seluruh pulau Jawa dapat tergambar. Dan peta dengan ukuran ini, dapat disebut peta kecil, baik dari sisi ukuran kertas maupun skala yang digunakan.
    Demikian, semoga bisa membantu :)

    Comment by cada | 19/01/2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: