Biar Goblog Asal Go Blog

Cathetane inyong

Susahnya Nge-Blog


Saat pertamakali mengenal dunia blogging beberapa tahun lalu, aku begitu terpesona. Salahsatu hal positif yang paling kurasakan adalah pembelajaran. Ya, blog merupakan media komunikasi antara writer dan reader dalam kerangka hubungan saling menguntungkan (mutual relationship), atau, setidaknya, begitulah menurutku. Ketika writer mempublikasikan idenya, reader memberikan tanggapan baik berupa komentar, kritik, koreksi, dll. Disitulah letak pembelajaran yang kumaksud.

Saat itu, aku membayangkan memiliki blog sendiri, yang dengannya, berpikir apa yang bisa kuberikan kepada orang lain. Ini, itu, ini, itu. Begitu banyak.

Namun, ternyata hal itu tidak seindah yang kubayangkan. Aku harus menghadapi banyak hal teknis : tag html, database,dll., yang memusingkan. Maklum, newbie. Untungnya, di dunia ini masih banyak orang-orang baik, yang menyediakan ruang bagi orang lain untuk membuat blog secara instan, salahsatunya WordPress ini.

Setelah melewati “sedikit” perjuangan, blog ini-pun terwujud. Itupun masih menyisakan banyak sandungan. Mau diisi apa blog ini ? Pertanyaan yang aneh dan tidak lucu memang, tapi demikianlah yang terjadi. Semua ide yang dulu bertumpuk tak tertampung, sekarang (mulai) lenyap dan meredup. Banyak referensi yang kupelajari untuk mengatasinya, salahsatunya, yang merupakan favoritku, adalah Panduan WordPress. Tapi dengan itupun (ternyata) aku belum bisa mengatasi masalah. Mengapa ? Karena aku masih belum bisa menjawab pertanyaan yang paling mendasar dalam dunia blogging : Mau apa ?, Untuk apa ? dan Bagaimana ?.

Di sisi lain, aku juga menghadapi masalah waktu. Dengan kesibukan keseharianku sebagai babu rakyat, aku kesulitan dalam membagi waktuku untuk tugas, keluarga dan hobi (termasuk blogging ini). Anda tentu maklum, bahwa untuk sebuah artikel saja, kita membutuhkan banyak hal : ide, kerangka, bahan/materi, dll., sebelum akhirnya diketik dan dipublikasikan. Dan, aku (merasa) kekurangan waktu untuk itu.

Aku sungguh heran sekaligus kagum dengan rekanku yang satu ini. Sampai saat ini aku masih belum bisa memahami bagaimana dia bisa membagi waktunya. Sebab, jika dibandingkan dengan kesibukannya, kesibukanku bagaikan seonggok pasir di tepi pantai.

Dan, yah, sudahlah. Biar garbage yang penting posting. Biar Goblog Asal Go Blog.

11/08/2009 - Posted by | Catatan | ,

2 Comments »

  1. […] orang yang “lupa kacang dengan kulitnya”. Seperti sudah kutulis dalam artikel yang lalu, sejarah blogging yang kulalui cukup berliku. Berawal hanya dengan modal nekat (biar goblog asal go […]

    Pingback by Kenapa tidak ada gambar dalam blog-ku « Biar Goblog Asal Go Blog | 16/02/2010 | Reply

  2. selamat buat launching blognya…jangan menyerah. Nulis sampe segitu banyaknya juga nggak gampang lho? perjuangan yang patut diacungi jempol!!! Selamat!!

    >>>kalongsgs says:
    Terimakasih atas dukungan dan kunjungan Anda.🙂

    Comment by ruparuparumpi | 11/08/2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: