Biar Goblog Asal Go Blog

Cathetane inyong

Desain Asus W6F


Aku adalah pengguna notebook Asus W6F yang kubeli beberapa tahun lalu, saat chipset intel 945 masih jadi barang mewah. Dengan ukuran 13″ berbingkai tipis dan casing silver serta bobot kurang dari 2 kg, notebook ini langsung membuatku jatuh hati.

Banyak kenanganku dengan notebook ini. Terusterang, sebagian besar diantaranya adalah kenangan indah. Salahsatunya ….., ntar deh. Akan aku cantumkan di akhir tulisan.

Namun demikian, aku harus menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Disamping sederet kelebihan yang ada padanya, daftar kekurangan notebook ini pun tidak kalah panjangnya.

Yang pertama kurasakan adalah daya tahan baterai yang nge-drop saat memasuki usia bulan ketiga. Dari awalnya 5 jam, sejak usia tiga bulan tersebut hingga sekarang stabil di angka 2 jam. Padahal, dalam fitur bios-nya tersedia menu kalibrasi baterai (fitur yang belum aku dapati pada merek lain) yang prosesnya memakan waktu sekitar 2,5 jam – tidak memberi pengaruh apa-apa (setidaknya, begitulah yang kurasakan) terhadap daya tahan baterai.

Yang kedua, mousepad notebook ini sangat sensitif. Sehingga saat aku mengetik sesuatu, aku sering dikagetkan oleh munculnya jendela-jendela aneh (aneh karena aku tidak merasa mengaksesnya). Ternyata biang keladinya adalah mousepad yang tersentuh oleh lengan kemejaku. Akhirnya mousepad tsb aku matikan (non aktif) dari bios.

Yang ketiga, aku bukanlah orang bertangan kidal. Dengan mousepad non aktif, praktis aku harus menggunakan mouse eksternal (USB atau bluetooth) dengan tangan kananku. Masalah muncul karena telapak tanganku kepanasan dan cepat berkeringat. Biang keroknya : exhaust fan, yang ditempatkan di sisi kanan notebook menghadap langsung ke lokasi ideal untuk mouse/tangan. Untuk masalah ini, aku sering mengambil selembar kertas yang aku lipat siku dan diselipkan di bawah kaki notebook, untuk penghalang hawa panas.

Yang keempat, masalah PC Card slot. Slot tersebut juga terletak di sisi kanan notebook berdampingan dengan exhaust fan. Jika slot tsb aku isi dengan modem yang tongolannya panjang, apalagi kalo dipasangi antena eksternal, tanganku suka kesandung jika hendak berpindah dari mouse ke keyboard atau sebaliknya. Lagipula, aku pikir, tempat modem yang bersebelahan dengan exhaust fan, akan berdampak negatif terhadap kinerja modem itu sendiri terutama dari sisi suhu/panas yang harus ditanggung oleh chip modem.

Akhirnya, walau dengan sederet sandungan tersebut, dan untuk memenuhi janji pada awal tulisan ini, aku tetap mempertahankan notebook ini karena alasan melankolis : kenangan indah itu tadi. Sebab, notebook ini adalah kenang-kenangan saat aku bulan madu kedua dengan istri di Hotel Boulevard – Makassar …….

Walaaah ……

04/01/2010 - Posted by | Catatan | , , , , , , ,

2 Comments »

  1. Jangan sampai rusak kalo gt😐
    Jauhkan dari jangkauan anak2😐

    Comment by ranii | 16/06/2012 | Reply

    • Ndak apa2 Mbak, laptop itu tahan banting. Sdh mengabdi hampir 10thn masih bagus smp sekarang😀
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Comment by kalongsgs | 16/06/2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: