Biar Goblog Asal Go Blog

Cathetane inyong

ArcView Layout to PDF


Aku sering menerima file peta dari pihak lain dalam berbagai format, satu diantaranya adalah pdf. Banyak alasan yang membuatku menyukai kiriman peta berformat pdf ini, antara lain : tidak perlu scanning (yang merepotkan), dan jika dibandingkan dengan peta berformat jpg atau bmp, secara umum gambarnya lebih tajam serta jika dicetak ulang (langsung dari file pdf-nya) memberikan hasil yang lebih konsisten (dalam hal skala peta dan ukuran kertas). Tapi di sisi lain, aku jadi penasaran bagaimana caranya meng-export layout ArcView ke format pdf (dengan tetap mempertahankan konsistensi seperti yang kumaksud di atas) ?.

Istalasi standard ArcView hanya menyediakan beberapa pilihan dalam menu File – Export, dan tidak ada format pdf dalam pilihan tersebut. Pilihan yang paling memungkinkan adalah export ke file eps (postscript) yang kemudian hasilnya di-convert ke pdf. Namun, baik pilihan PostScript maupun PostScript New, keduanya tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan (mungkin ada pengaturan/settingan yang terlupakan saat melakukan konversi – aku belum mencobanya lebih lanjut), yaitu :

  1. Ukuran object menyesuaikan (auto resize) dengan batas maksimum bidang pencetakan (printable area) dari ukuran kertas terpilih (misalnya A0, A1 dsb.). Artinya, proses exporting mengabaikan jarak margin pencetakan yang sudah kita atur dalam layout ArcView. Kita tahu bahwa dengan auto resize printing seperti ini, skala hasil cetakan tidak akan sama dengan angka skala yang tercantum pada peta (sama seperti mencetak peta dari file jpg atau bmp).
  2. Beberapa kali, entah kenapa, menghasilkan object yang terpotong (tidak tercetak), di sisi kanan atau bawah.

Mencari solusi, aku coba tanya sama mbah Gugel, tapi beliau memberikan petunjuk yang (hampir seluruhnya) merujuk pada aplikasi ArcGIS. Sedangkan aku bukan pengguna aplikasi tersebut. Jadi ?

Setelah memperhatikan layar layout selama beberapa saat, terpikir olehku bahwa kuncinya terletak pada menu pencetakan (Print Setup). Ada sesuatu yang harus diakali/diatur pada bagian itu. Dan mataku langsung tertuju pada kotak Printer Name, nama printer !

Wah, ternyata memang ada disitu. Dengan menggulung menu drop down Printer Name, disitu terdapat sederetan nama printer yang telah ku-instal yang diantaranya terdapat printernya Acrobat Reader : Adobe PDF (kebetulan aku menggunakan Adobe Acrobat 6.0 Pro). Jadi, printer inilah yang kupilih. Prinsip kerjanya sama dengan export ke eps seperti telah diuraikan di atas. Bedanya, kali ini dilakukan melalui menu pencetakan / printing.

  1. Dari layar layout, klik menu File – Print. Pada kotak dialog Print, lalu klik tombol Setup.
  2. Di kotak dialog Print Setup yang terbuka, pada baris Printer Name, pilih Adobe PDF.
  3. Lakukan pengaturan ukuran kertas dan orientasi pencetakan sama seperti pengaturan pada layout ArcView, lalu klik tombol OK.
  4. Kembali ke kotak dialog Print, beri tanda (check mark) pada kotak Print to file.
  5. Pada kotak dialog Print to file, tentukan lokasi penyimpanan dan nama file (ber-ekstensi .ps), lalu klik tombol OK.
  6. Kembali ke kotak dialog Print, klik tombol OK.
  7. Tunggu hingga proses selesai dan buka Windows Explorer.
  8. Cari file .ps tadi dan klik kanan pada nama file tsb., lalu pilih Convert to Adobe PDF.
  9. Tunggu hingga proses selesai.

Hasil konversi dengan cara ini ternyata memberikan hasil yang lebih memuaskan dibandingkan dengan cara export ke eps (seperti sudah diuraikan pada awal tulisan ini), antara lain ukuran kertas dan margin yang sama seperti telah diatur dalam layout ArcView.

Pada beberapa kasus, mungkin Anda akan menjumpai sedikit keanehan pada hasil konversi, yaitu pada simbol arah Utara (North Arrow) yang berubah menjadi karakter aneh. Untuk mengatasi masalah ini, silakan Anda membaca artikel ini (terimakasih pada penulis artikel tersebut, sangat berguna🙂 ).

Terakhir, aku merujuk pada aplikasi Adobe Reader 6.0 Pro dalam penulisan ini. Bagi Anda yang menggunakan aplikasi (pembuat pdf) lain, Anda tetap dapat melakukan cara ini, tentunya dengan penyesuaian seperlunya terutama pada langkah ke 2 (pemilihan nama printer) dan langkah ke 8 (pemilihan nama aplikasi yang digunakan untuk meng-konversi).

Selain keluarga Adobe Reader, beberapa aplikasi lain yang dapat digunakan diantaranya PDF Creator, Vista PDF Creator, PDF Maker, Cute PDF Writer, dll.

Semoga berguna.

CMIIW

16/01/2010 - Posted by | Catatan, Tips and Trick | , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: